Menjelang Usia 25 Tahun : Ujian Nasional



Beberapa waktu lalu, Ujian Nasional (UN) kembali menjadi bahan pergunjingan satu Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Nadiel Makarim, berencana membuat perubahan format dalam ujian nasional pada tahun 2021 mendatang. Gara-gara polemik UN ini, tiba-tiba kenangan akan masa-masa sekolah kembali muncul dalam pikiran ini.

Penulis sendiri pernah 2 kali mengikuti UN saat masa SMP dan SMA. Kedua UN tadi termasuk bagian program UN yang memiliki standar Nasional. Seperti Kita tahu, UN dengan standar Nasional mulai digalakan sejak tahun 2003 silam. Penulis sendiri mengikuti UN pada tahun 2010 ( SMP) dan 2013 (SMA).

Kedua UN tadi masih menjadi standar kelulusan Sekolah. Bahkan, UN ketika masa SMP di tahun 2010 lalu, masih menjadi standar kelulusan dari sekolah. Berbeda dengan UN masa SMA di tahun 2013 yang dipadukan dengan nilai Ujian Akhir Sekolah (UAS).

UN semasa SMP pada saat itu masih memakai sistem 2 paket, yaitu paket A dan B. Setahun setelahnya, UN pada tahun 2011 memakai sistem 20 paket. Memakai sistem 2 paket, UN SMP menjadi lebih mudah untuk dijalani. Meski tidak belajar dengan serius, Penulis bisa mendapatkan nilai yang cukup baik. Sungguh ajaib.

Sumber : https://www.hipwee.com/hiburan/kenangan-un/comment-page-2/


Tiga tahun setelah UN SMP tadi, Penulis kemudian kembali bertemu dengan UN di masa SMA. Rasa UN di masa SMA lebih berat karena terjadi perubahan sistem paket. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya 5 paket, UN di tahun 2013 menjadi 20 paket. Perubahan ini memberikan tekanan tersendiri bagi Penulis.

Suasana menjelang UN di tahun 2013 terasa menegangkan. UN menjadi kian lebih berat karena Penulis harus berhadapan dengan 3 mata pelajaran yang kurang disukai. Ketiga pelajaran itu Fisika, Kimia dan Matematika. Sekedar info, Penulis di masa SMA masuk dalam kelas IPA. Pilihan yang salah, seharusnya Penulis masuk kelas IPS atau Bahasa. Berita soal banyak siswa di tahun-tahun sebelumnya yang melakukan aksi bunuh diri paska tidak lulus dari UN.

Sumber : https://mahmudiidi.wordpress.com/coretan/cara-mengurangi-stress-siswa-dalam-menghadapi-ujian-nasional-un/


Meski menegangkan, UN ini meningkatkan waktu belajar bagi Penulis. Tiga bulan menjelang UN, Penulis lebih rajin belajar untuk mempelajari mata pelajaran Fisika, Kimia, Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia dan  Bahasa Inggris. Bahkan bersama dengan teman-teman lain, Penulis banyak membuat kelas belajar di luar sekolah.

Hari yang ditunggu akhirnya datang, satu per satu soal UN berhasil di isi. UN SMA yang menegangkan itu akhirnya berhasil dijalani. Pada hari kelulusan, Penulis meraih nilai rata-rata 6,6. Meski masuk dalam 3 orang dengan nilai terindah di kelas IPA, Penulis tetap bersyukur dengan berhasil lulus dari UN.

Ujian Nasional mungkin menjadi "mimpi buruk" bagi semua siswa di Indonesia. Namun, kenangan akan tentang Ujian Nasional selalu akan hidup bagi semua siswa Indonesia, baik yang memiliki kenangan indah atau pun buruk. Bagi Penulis, semoga dengan format baru dalam Ujian Nasional yang akan diterapkan di tahun 2021 mendatang, dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Sumber : https://terasjabar.id/plugin/article/view/78659/mendikbud-nadiem-makarim-akan-hapus-un-guru-bimbel-bikin-stress-anak-anak-

Comments

Popular posts from this blog

Perbandingan Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan

Contoh BAP Tersangka

Jurig Kiwari