Tahun-Tahun Krisis

 Oleh : Totoh Wildan Tohari



Krisis adalah momen yang pasti datang pada setiap manusia atau kumpulan manusia. Bagi manusia, krisis itu seperti hantu yang harus dicegah. Itu merupakan hal yang wajar, krisis selalu mendatangkan kesulitan yang seringkali berada di atas kemampuan manusia secara umum. Tapi jika ingin maju, krisis tmerupakan energi terbaik untuk meningkatkan level manusia atau kumpulan manusia. 

Bangsa ini menjadi hebat karena krisis datang. Kemerdekaan tahun 1945 merupakan hasil dari krisis yang terjadi pada Perang Dunia 2. Setelah perang selesai, krisis datang ke tanah Hindia Belanda karena dikala itu terjadi krisis "kekuasaan". Jepang sudah kalah, sedang tanah Hindia Belanda masih belum bisa disebut tanah merdeka. Karena tindakan peminpin bangsa tepat, akhirnya negara Indonesia lahir pada tahun 1945.

Situasi krisis juga akan selalu datang pada manusia di dalam usia 21 hingga 25 tahun. Pada beberapa bacaan, beberapa orang menyebutnya dengan nama "quarter life crisis" (QLC) atau dalam bahasa orang Indonesia disebut krisis di usia 25 tahun. Terjadi peralihan dari fase manusia belum dewasa menjadi manusia dewasa. 

QLC datang karena banyak hal yang baru yang datang dan banyak pula hal lama yang mesti pergi. Datang dan pergi ini terkadang membuat kepala ini pusing. Bagaimana bisa kita ikhlas jika harus dipaksa melepaskan semua hal yang disukai ? Seperti hobi yang mesti ditinggalkan karena sebuah pekerjaan ? atau Asmara yang mesti ditanggalkan karena kita tak mungkin memberikan kepastian ? 

Pada satu sisi, kita harus menerima elemen baru yang terkadang tidak dikehendaki. Teman kantor baru yang menyebalkan, atau bos perusahaan yang sok bijak dan tegas. Hal yang lebih menyebalkan, cinta yang kini mesti dinegosiasikan dengan masa depan, bukan karena sekeder suka atau merasa cocok saja.  Ribet sekali fase ini.  Hal yang paling sulit dalam masa QLC ini, kita akan dihadapkan pada kenyataan bahwa beberapa teman menikah dan kemudian mempunyai anak. Masa-masa gila mungkin tak akan pernah datang lagi. 

Krisis seperti diulas diawal merupakan sesuatu hal wajib dilakoni demi membawa manusia menuju kemajuan. Apa pun itu, krisis harus dilalui dalam rangka menjadi manusia baru. Meski berat, krisis itu pasti baik dan melahirkan ribuan manusia baru. 

Comments

  1. Biasanya krisis yang menimpa diriku berakhir di semangat untuk melakukan perubahan. Mengutip Einstein, kalau cara lama tidak berhasil, harus cari cara yang baru. Toh nothing to lose 😉 Semangat buat semua yanh sedang krisis!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh BAP Tersangka

Perbandingan Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan

Pembagian Urusan Pemerintahan menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.