Ruang Gelap dan Sempit


"Zak, kau ada disini ?
"Kenapa kau diam Zak ?
" Aku bahagia kau ada disini, Zak"
"Bisakah kau tetap disini, Zak"

Tak lama kemudian

"Riak, sudah siang. Segera bangun ?, teriak Om Freng dari luar kamar.
"Iya, Om Freng. Ini sudah bangun". 

Riak keluar dari kamar kecil di sudut ruangan. Hari itu, rumah sepi dan tidak ada kegiatan. 

"Pada kemana orang-orang Om ?
"Sedang banyak yang keluar kota", ujar Om Freng.
"Kenapa kau tidur di ruangan sempit itu, Ri ?" 
"Cuma ingin tidur di sana saja".

Hari menunjukan pukul 13.00 WIB. Riak melihat matahari sudah berada di atas langit. 
"Tadi kau siram ini tumbuhan ini, Om Freng ? tanya Riak.
"Belum, banyak kerjaan hari ini", jawab Om Freng.
"Baiklah, mulai besok Aku yang akan menyiram ini tanaman"
"Kenapa kini kau lebih peduli pada tumbuhan, Ri "
"Hanya sedang rajin saja".

Saat Om Freng pergi ke ruangan atas dan membersihkan ruang sempit dan gelap tadi, angin dan udara memberikan sinyal bahaya kepada Riak.
"Segera kita lakukan, Sob".

Seketika cuaca menjadi gelap. Angin berhembus dengan kencang. 
Sambil minum Es Teh Manis yang disediakan oleh Om Freng, Riak bergumam " Permainan sudah dimulai dan habisi mereka". 
Perang besar akan segera dimulai.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh BAP Tersangka

Pembagian Urusan Pemerintahan menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Perbandingan Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan