Bertemu dengan Dewi Keadilan


Dia yang selama yang ini diperjuangkan oleh sebagian orang. Tapi sebagian orang pun tak menginginkan kedatangannya.

Aku bertemu dengan gadis kecil itu. Hanya menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa. Keadaan memaksaku untuk meninggalkan gadis kecil itu. Meninggalkan tangisan itu bersama semua ketidakadilan yang menimpa gadis itu. 

"Apa yang hendak kita pelajari?" 
"Kita semua pelajari ini demi kebahagiaan kita dimasa depan"
"Apa maksudmu ?"
"Bukankah kita memperjuangkan tentang mimpi-mimpi atas ilmu yang selama kita pelajari"
"Mimpi ?, Kau adalah manusia munafik. Kau telantarkan keluargamu. Kau tidak tahu keadaan"
"Kau adalah manusia paling berbahaya. Semua ilmu yang telah kuberikan pada akhirnya tidak akan berguna. Kau lebih buruk dari Setan dan Anjing.

Perdebatan antara seorang reallisme dan idealisme itu berakhir ketika Mahaguru datang. 
"Tak ada yang salah dan benar diantara kalian berdua".
"Pergilah dan temukan yang kalian cari. Dunia merindukan orang seperti kalian berdua. Kembalilah kesini ketika kalian dapat membuktikan kebenaran atas ide dan keyakinan kalian. Aku akan merindukan kalian, pergillah. Lupakan perdebatan ini, tapi jangan lupakan ide dan keyakinan kalian".

Kedua anak muda itu pergi. Seorang pergi ke arah barat dan timur.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh BAP Tersangka

Pembagian Urusan Pemerintahan menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.