Melihatmu Kembali, GI

#19 Januari 2016

Bangku kelas  itu sudah rapi, dan siswa-siswi memasukinya dengan senangnya.
"Hy, GI"
"Hay, Yen. Sudah selesai tugas nya ?"
"Sudahlah, gampang itu".
Hari yang aneh bagiku, melihat GI tidak berkerudung dan memperlihatkan rambut hitam yang indah itu.  Keanehan lain, aku melihat siswa-siswa baru, sedang siswa lama banyak yang tidak hadir.
Sepanjang menunggu guru datang, aku hanya memandang GI dengan tatapan kekaguman. Aneh sekali, kenapa aku ingi terus memandangnya, seakan hari itu aku tak akan melihanya lagi untuk yang lama.
"Kenapa kau terus memandangku, malu aku"
"Enggak, ingin saja"
"Cie, cie"
"Diam kau Yen !"
Pluk, GI memalingkan  wajahku pelan, sambil melangkah pergi. Aku tak marah, hanya memegang pipiku, seperti ada rasa yang tak biasa. Perhatianku kembali ke arah teman-teman laki-laki di kelas yang tak ku kenal itu.
"Toh, kemarin bagaimana ?"
"Bagaimana, gimana ?
"Loh, kemarin main ke rumah anak-anak untuk PS bersama"
"Owh, biasa saja"
Sangat sulit ku ingat untuk kembali mengingat kejadian hari kemarin, saat ku merenung, tiba-tiba GI datang kembali bersama temannya Yeni.
"Cie, dia terus memandangmu..."
"Apaan sih"
"Toh, kenapa terus memandang GI seperti itu ?
"Ga, Yen hanya heran, kenapa GI tak memakai kerudung, biasanya dia memakai itu ?
"Loh, kan dia dari dulu memang begini ?
Kebingungan di wajah Yeni, semakin membuatku bingung akan kejadian di hari ini. Tapi melihat GI di kelas hari ini sangat begitu berkesan, seperti sudah lama aku tak bertemu dengannya. 
Sepanjang kelas di hari itu, karena aku duduk di di belakang GI, aku terus memandangnya , tak mempedulikan pelajaran yang di sampaikan oleh Ibu Guru.  
GI memang sudah lama aku tunggu, meski dia sudah tahu bahwa aku sudah lama menyukainya, kenyataan pahitnya, dia tidak pernah memberi respon yang sama. Ketika bel istirahat berbunyi, aku menunggui dia depan pintu kelas. Rencananya aku hendak mengajaknya makan siang bersama, saat dia sudah ada di depan ku tiba-tiba......
"Tardy, bangunkan si Tio, sudah jam 7 ! "
"Tio, cepat bangun,  sudah jam 7 ! "
Ku buka mata, yang pertama ku lihat, suasana gelap. Tak ada lagi ruangan kelas yang penuh dengan bangku sekolah tadi. Kini yang ada hanya ruang gelap, karena lampu sudah di matikan.
Ternyata aku hanya bermimpi. Wajah GI yang kulihat tanpa memakai kerudung itu hanyalah mimpi semata, teman-teman yang tak di kenal yang juga hanya mimpi. Satu-satunya yang bukan mimpi adalah perasaan yang sama yang ku rasakan dalam mimpi itu. Rasa bahwa aku ingin terus melihat GI selama-lamanya, tanpa mempedulikan orang lain.  
Januari ini, sudah 30 bulan aku tak bertemu dan melihat GI. Kerinduan yang tak pernah berakhir, banyak kesempatan untuk itu, tapi aku melewatkannya. 
Aku beranjak dari kamar tidur itu, membereskannya dan saat kulihat pesan dalam HP ku,muncul pesan.
"Bagaimana kabar  AA untuk hari ini ? 
IMU 2

Comments

Popular posts from this blog

Contoh BAP Tersangka

Pembagian Urusan Pemerintahan menurut Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.